Blogger Template by Blogcrowds

Profil Darya-Varia, Tbk.

1. Gambaran Umum Perusahaan

Industri farmasi kini memiliki optimisme dan harapan baru. Industri ini mulai membaik menyusul terciptanya stabilitas sosial dan politik di era reformasi serta meredanya badai krisis ekonomi yang menerpa Indonesia sejak pertengahan 1997.

Darya-Varia Group telah memanfaatkan secara efektif kondisi pada masa gejolak ekonomi untuk merestrukturisasi dan membenahi operasionalisasi usahanya. Darya-Varia Group mampu menerjang badai krisis dalam format yang lebih kokoh sehingga siap menjadi pesaing yang agresif dalam menghadapi perekonomian Indonesia baru pada dasawarsa mendatang. Perseroan ini dikelola secara profesional oleh tim eksekutif yang handal dan berpengalaman di industri farmasi maupun di perusahaan-perusahaan lain baik yang berskala multinasional dan nasional.

PT. Darya Varia Laboratoria didirikan oleh Drs. Wim Kalona dalam rangka UU Penanaman Modal dalam negeri No.6 tahun 1968 berdasarkan akta notaris No.5 tanggal 5 Februari 1976 dari notaris Abdul Latief, SH. Perusahaan ini sudah listing pada tanggal 11 November 1994.

Perusahaan bergerak dalam bidang manufaktur, perdagangan, dan distribusi produk – produk farmasi, produk – produk kimia yang berhubungan dengan farmasi, dan perawatan kesehatan. Perusahaan mulai beroperasi secara komersil pada tahun 1976. PT. Darya Varia Laboratoria Tbk sekarang sudah memiliki dua pabrik, setelah sebelumnya menutup dua pabrik lainnya pada tahun 1998 sebagai usaha restrukturisasi usaha.

Pada akhir Desember 2001, Far East Drug, sebuah alifiasi Unilab Group, Filipina mengakuisisi DVL Investment Limited yang memiliki 89,5% dari seluruh saham yang di keluarkan oleh Darya Varia dari group First Pasific Hongkong. Pada bulan Juli 2006 DVL Investment Limited dan Far East Drug Ltd mengalihkan saham Darya Varia ke Blue Shphere Singapoer Ptd.Ltd. Blue Shphere saat ini menjadi pemegang saham utama Darya Varia.

Darya-Varia Group berupaya sepenuhnya untuk meningkatkan fasilitas pabrik-pabrik yang dimilikinya dengan mengacu pada standard CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan moderen, teknologi informasi yang canggih dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia sehingga karyawan sejumlah 1.200 orang mampu mencurahkan seluruh kemampuan mereka.

Pabrik dan kantor pusat Perusahaan masing-masing berlokasi di Bogor dan Jakarta. Kantor : Pusat Talavera Office Park. Lt. 8-10 Jl. Letjen. T.B Simatupang No. 22-26. Pabrik : JL Mercedes Benz No. 105 Desa Cicadas, Gunung Putri Citeureup.

2. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 12 Oktober 1994, Perusahaan melalui penawaran saham perdana (initial public offering) menawarkan kepada publik 10.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham dan harga penawaran Rp 6.200 (Rupiah penuh) per saham. Seluruh saham dicatatkan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 11 November 1994. Pada tanggal 16 Agustus 1995, Perusahaan melakukan stock split dari nominal Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham menjadi Rp 500 (Rupiah penuh) per saham.

"Investasi"

Bagi masyarakat modern, kata investasi tentu tidak asing lagi. Bisa jadi setiap hari kita mendengar kata itu. Sebab, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tidak bersedia membiarkan asetnya menjadi tidak berkembang dan untuk mengembangkan aset tersebutlah maka diperlukan investasi. Bagi sebagian masyarakat lainnya, barangkali telah melakukan investasi tetapi tidak menyadari­nya, seperti para petani dan peternak di pedesaan.

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Untuk bisa melakukan suatu investasi harus ada unsur ketersediaan dana (aset) pada saat sekarang, kemudian komitmen mengikatkan dana tersebut pada obyek investasi (bisa tunggal atau portofolio) untuk beberapa pe­riode (untuk jangka panjang lebih dari satu tahun) di masa menda­tang. Selanjutnya, setelah periode yang diinginkan tersebut tercapai (jatuh tempo) barulah investor bisa mendapatkan kembali asetnya, tentu saja dalam jumlah yang lebih besar, guna mengkompensasi pengorbanan investor

Namun, tidak ada jaminan pada akhir periode yang ditentukan in­vestor pasti mendapati asetnya lebih besar dari saat memulai inves­tasi. lni terjadi karena selama periode waktu menunggu itu terda­pat kejadian yang menyimpang dari yang diharapkan. lnilah, yang disebut risiko. Dengan demikian, selain harus memiliki komitmen mengikatkan dananya, investor juga harus bersedia menanggung ri­siko.

Anggota Kelompok "Investasi"

1. Samuel Budi Gunawan / EM/ 14931














2. Theresia Dilli Kristiarini/ EM/ 16620


















3. Novita Deli Widjaja / EA/16865

















4. Steffy Handayani Tjugito/ EA/ 17014














5. Elnita Hutahaean/ EA/ 17041















Postingan Lebih Baru Beranda