Blogger Template by Blogcrowds

Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Volume merupakan jumlah saham yang diperdagangkan dalam suatu periode. Volume ini berhubungan erat dengan harga saham tersebut, karena jika harga saham tersebut naik, maka volume perdagangan akan meningkat pula, demikian pula sebaliknya. Perbandingan volume perdagangan ini dapat dilihat pada grafik harga saham PT Darya-Varia, Tbk.. Ketika harga saham bergerak naik, maka volume perdagangan akan meningkat pula, sedangkan pada saat harga saham turun maka volume perdagangan akan ikut turun.

Pada tahun 2004 ada pendapatan perseroan dari penjualan saham sebesar Rp34,068 milyar dan meningkatnya pendapatan bunga bersih mendongkrak pos laba bersih. Darya Varia hanya meraih laba bersih Rp 49,810 milyar atau Rp 89 per lembar saham namun tahun 2005 keuntungan menebal 43,7% menjadi Rp 71,576 milyar atau Rp 128 per helai. Jika dilihat dari tabel diatas harga saham menurun dari Rp 775 pada tahun 2003 menjadi Rp 700 pada tahun 2004. Dan volume perdagangan saham juga menurun dari 61,20 juta lembar pada tahun 2003 menjadi 46,56 juta lembar pada tahun 2004.

Grafik pergerakan harga saham dari tahun 2005-2006 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh penjualan yang mengalami pertumbuhan sebesar 6,28% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 540,436 milyar. Jumlah ekuitas naik menjadi Rp390,603 milyar dari Rp319,027 milyar. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 32% menjadi Rp 71,576 milyar dibandingkan dengan periode tahun lalu. Selain itu, penjualan perusahaan mencapai Rp 540,436 milyar atau dibandingkan tahun sebelumnya Rp 426,796 milyar. Berdasarkan harga saham, pada tahun 2005 mengalami kenaikan sebesar Rp 50 dibandingkan pada tahun 2004, karena harga saham mengalami kenaikan maka volume perdagangan saham juga mengalami kenaikan menjadi 50,42 juta lembar.

Peningkatan yang sangat signifikan terlihat pada grafik dari tahun 2006-2007. Bila dikaitkan dengan data keuangan tahun 2006-2007 mengalami penurunan, tetapi volume perdagangan saham mengalami peningkatan. Volume perdangangan saham yang paling tinggi yaitu pada bulan juli 2006 sebesar 522,101 ribu lembar. Namun pada akhir Desember 2006 mengalami penurunan yaitu sebesar 3,159 ribu lembar. Berdasarkan harga saham, pada tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar Rp 760 dibandingkan pada tahun 2005, karena harga saham mengalami kenaikan maka volume perdagangan saham juga mengalami selisih kenaikan yang tinggi sebesar 584,92 juta lembar dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada grafik di pertengahan tahun 2007 mengalami penurunan yang cukup tajam, hal ini terlihat dari laba selama enam bulan pertama mengalami penurunan. Merosotnya keuntungan perseroan sejalan dengan berkurangnya angka penjualan dan meningkatnya biaya produksi. Darya-Varia hanya meraih angka penjualan sebesar Rp 238,85 milyar dari sebelumnya Rp 265,64 milyar. Sementara itu biaya produksi yang ditanggung membengkak menjadi Rp 89,71 milyar dari Rp 86,50 milyar sehingga laba usaha menurun drastis menjadi Rp 20,48 milyar dari sebelumnya Rp38,36 milyar. Berdasarkan harga saham, pada tahun 2007 mengalami penurunan yang tajam sebesar Rp 90 dibandingkan pada tahun 2006, karena harga saham mengalami penurunan, maka volume perdagangan saham juga mengalami selisih penurunan yang drastis sebesar 601,52 juta lembar.

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda