Blogger Template by Blogcrowds

Analisis Keuangan Perusahaan

1. Aspek Likuiditas

Likuiditas perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan obligasi utang bernilai (utang jangka pendek) dan kemampuan untuk mengubah piutang usaha dan persediaan ke dalam bentuk kas. Pengukuran likuiditas dapat dilakukan dengan menggunakan ukuran rasio lancar (current ratios), yaitu dengan membandingkan kas dan aktiva yang dapat diubah dalam bentuk kas (aktiva lancar) dimana kewajiban jatuh tempo dan akan dibayar pada tahun itu juga (kewajiban lancar). Selanjutnya pengukuran liquiditas dapat menjadi terfokus dengan mengeluarkan unsur persediaan, yaitu rasio cepat (quick ratios) dengan membandingkan Aktiva lancar setelah dikurangi persediaan dengan kewajiban lancar. Rasio kas (Cash ratio) yaitu membandingkan kas dengan kewajiban lancar.

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah kami lakukan, terlihat sebagai berikut :

LIKUIDITAS

2004

2005

2006

2007

CURRENT RATIO

3.8611

3.5022

4.6928

5.3625

QUICK RATIO

3.038

2.891

3.9326

4.4585

CASH RATIO

1.2775

1.4852

1.9453

2.1845

Dari hasil di atas terlihat bahwa Current Ratio dan Quick Ratio pada tahun 2004-2005 mengalami penurunan. Namun di tahun 2005-2007 mengalami peningkatan. Sedangkan Cash Ratio mengalami peningkatan dari tahun 2004-2007. Dalam hal Likuiditas PT Darya Varia lebih baik dalam Cash Ratio dibandingkan dengan Quick Ratio dan Current Ratio.

2. Aspek Leverage

Leverage ratio memperlihatkan berapa hutang yang digunakan perusahaan. Aspek leverage perusahaan berkaitan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Untuk mendanai perusahaan dapat menggunakan dua ratio, meskipun sebenarnya banyak lagi yang bisa digunakan. Pertama, rasio utang (debt ratios) adalah persentase asset perusahaan yang dibiayai oleh utang jangka panjang. Kedua, rasio ekuitas (equity ratios) adalah persentase asset perusahaan yang akan dibiayai oleh ekuitas perusahaan (hak kekayaan). Ketiga, Debt to equity ratio adalah persentase hutang perusahaan yang dibiayai oleh ekuitas perusahaan.

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah kami lakukan, terlihat sebagai berikut :

LEVERAGE

2004

2005

2006

2007

Debt ratio

0.26

0.2906

0.2602

0.1759

Equity ratio

0.7399

0.7093

0.7397

0.8242

Debt to equity ratio

0.3515

0.4096

0.3517

0.2135

Debt Ratio di tahun 2004-2005 mengalami kenaikan disebabkan asset perusahaan yang dibiayai oleh utang mengalami kenaikan. Namun di tahun 2005 -2007 semakin menurun menunjukkan utang perusahaan semakin berkurang. Equity Ratio dari tahun 2004-2005 mengalami penurunan dan di tahun 2005 sampai 2007 mengalami peningkatan. Debt to equity ratio dari tahun 2004-2005 mengalami kenaikan dan di tahun 2005 sampai 2007 mengalami penurunan.

3. Aspek Efisiensi

Aspek efisiensi perusahaan adalah seberapa baik perusahaan memanfaatkan asset atau aktivanya untuk membiayai kegiatan operasinya. Pengukuran aspek efiiensi dpat dilakukan dengan beberapa pengukuran. Pengukuran pertama, average collection period (periode penagihan rata-rata) menandakan seberapa cepat perusahaan menagih kreditnya yang dikukur oleh rata-rata jumlah dari penagihan piutang dagang. Pengukuran kedua, perputaran piutang usaha (account receivable turnover) menunjukan seberapa cepat perusahaan menagih kreditnya yang diukur oleh lamanya waktu piutang usaha ditagih.

Pengukuran ketiga, perputaran persediaan (inventory turnover) menandakan likuiditas relatif inventori, yang diukur oleh berapa kali penggantian persediaan perusahaan selama tahun tersebut. Pengukuran keempat, perputaran total aktiva (total assets turnover). Rasio ini menunjukan sebarapa efisien perusahaan menggunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan. Pengukuran kelima, perputaran aktiva tetap (fixed assets turnover), rasio ini menunjukkan seberapa besar aktiva tetap yang digunakan untuk menghasilkan penjualan. Pengukuran keenam, OIROI yaitu seberapa besar pengaruh dari pendapatan operasi terhadap total aset perusahaan.

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah kami lakukan, terlihat sebagai berikut :

EFISIENSI

2004

2005

2006

2007

Average collection period

93.0206

94.4944

97.0367

98.393

Account receivables turnover

3.9238

3.8626

3.7614

3.7096

Total asset turnover

0.9898

0.9709

1.0346

0.9083

Inventory turnover

2.4597

2.6988

2.9935

2.7039

Fixed asset turnover

4.259

5.0289

5.5426

4.7295

OIROI

0.1856

0.1384

0.1408

0.1206

Average collection period mengalami kenaikan dari tahun 2004-2007. Account receivables turnover mengalamai penurunan dari tahun 2004-2007 yang berarti bahwa pihak manajemen sudah efektif dalam melakukan penagihan piutang. Total asset turnover mengalami kenaikan dan penurunan. Hal ini menunjukkan manajemen tidak efisien dalam penggunaan aktiva perusahaan untuk menghasilkan penjualan. Inventory turnover mengalami kenaikan 2004-2006 disebabkan karena perusahaan mengalami kelebihan persediaan, sedangkan dari tahun 2006-2007 mengalami penurunan. Total Asset turn over dan Inventory turn over terus menurun hal ini menunjukkan bahwa kedua aktiva ini tidak dikelola dengan baik dan akibatnya OIROI menjadi rendah.

4. Aspek Profitabilitas

Aspek profitabilitas berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan (profit). Pengukuran aspek ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah margin laba operasi (operating profit margin) adalah variable yang sangat penting dalam memahami profitabilitas perusahaan dan pengembalian equitas saham biasa (return on equity / ROE) menunjukkan tingkat pengembalian ekuitas adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pemegang saham biasa atas investasi yang ditanamkan, tingkat pengembalian ekuitas ini menunjukkan resiko yang ditanggung oleh pemegang saham. Margin laba operasi menunjukan kefektifan manajemen dalam mengelola laporan keuangan perusahaan atau kemampuan perusahaan untuk mempertahankan biaya dan beban yang berhubungan dengan penjualan.

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah kami lakukan, terlihat sebagai berikut :

PROFITABILITY

2004

2005

2006

2007

OPM

0.19%

0.14%

0.14%

0.13%

NPM

0.12%

0.13%

0.09%

0.10%

ROE

0.16%

0.18%

0.12%

0.11%

ROA

0.12%

0.13%

0.09%

0.09%

EPS

89%

128%

94%

89%

Operating Profit Margin mengalami penurunan tiap tahun hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam mengelola aktivitas operasi perusahaan. ROA mengalami kenaikan di tahun 2004-2005 menunjukkan perusahaan menggunakan aktiva dengan efisien dan di tahun 2005-2007 tidak mengalami perubahan yang signifikan. ROE mengalami kenaikan di tahun 2004-2005 disebabkan oleh pengembalian ekuitas saham terus meningkat menunjukkan bahwa resiko pengembalian ekuitas saham yang ditanggung oleh pemegang saham semakin besar, sedangkan di tahun 2005-2007 mengalami penurunan.

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda